Hari ini, Jumat (28/10/2016) bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sekolah-sekolah di sekitar Jakarta memilih Museum Sumpah Pemuda sebagai destinasi edukasi untuk memperingati hari ini.
Tapi ada pemandangan yang tidak biasa, rombongan sekolah SMA 3 PSKD Jakpus tidak datang dengan seragam. Mereka datang pakai baju adat. Keren!
Ide ini datang dari kepala sekolah langsung, yaitu Dra Pesta E Sihombing. Kebayang dong ribetnya pakai baju adat dari sekolah. Bukan itu saja, siswa juga jalan dari sekolah menuju museum.
"Sesuai dengan tema hari ini, perjuangan," ujar Trisna salah satu murid SMA 3 PSKD Jakpus.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru menginjakkan kaki ke museum ini. Di antaranya ada Edwin Runga dan Febrian Markus.
"Kalau kami sih baru pertama kali ke sini dan di sini kami melihat pemuda zaman dulu yang berjuang untuk Indonesia," kata Febrian.
Menurut mereka selain tempat sejarah, museum ini instagrammable buat foto-foto. Asyik deh, bisa tahu sejarah perjuangan sambil eksis di medsos nih.
|
|
Museum Sumpah Pemuda terasa sangat spesial hari ini. Siswa Tk dan SD pun bisa menikmati sejarah perjuangan dengan video animasi yang sudah disiapkan. Supaya mereka lebih mudah memahami makna museum ini.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini Museum Sumpah Pemuda tidak mengadakan upacara nasional. Tapi membuka ruang pameran dokter Moewardi dan mengundang sekolah-sekolah mulai TK sampai SMA.
|
|
0 Response to "Pakaian Adat Hingga Dangdutan Ramaikan Museum Sumpah Pemuda"
Posting Komentar